Beautiful Quote by Jeremy Bentham

Create all the happiness you are able to create: remove all the misery you are able to remove.
Every day will allow you to add something to the pleasure of others, or to diminish something of their pains.
And for every grain of enjoyment you sow in the bosom of another, you shall find a harvest in your own bosom; while every sorrow which you pluck out from the thoughts and feelings of a fellow creature shall be replaced by beautiful peace and joy in the sanctuary of your soul.

– Jeremy Bentham

I found this beautiful quote from a great blog I’m following – www.elegantwoman.org by Eunice Leong.
originally it was posted on her blog at October 12th, 2013 (PS. their blog is amazing. If you are interested in studying the art of elegance, etiquettes and social relationships for women, make sure you check her blog too.)

And it has been ‘tickling’ me since then. Many of us haven’t realized that happiness is coming inside of you. In other words, we are responsible to manage our own thoughts, feelings, and actions in a way that allow happiness is flowing from our soul. We let gratitude, respect, peace, enjoyment, love and pure intentions to radiates from our actions everyday. Easy to say huh, but I know it’s hard to do it.
Just do it anyway. Cheers! ^^

Iklan

Siapa yang Salah?

Analisis yang bagus. Saya setuju dengan isi tulisan ini. Semuanya memang salah dan jauh dari sempurna. Kalau budaya saling menyalahkan ini terus dilanjutkan di Indonesia pasti nggak akan pernah selesai masalahnya.
Para tenaga kesehatan pasti mau kok bekerja keras untuk kesehatan rakyat, tetapi malah sering terbentur anggaran dan fasilitas yang serba terbatas. Cukup sampai di sini saja tenaga kesehatan di kambinghitamkan terus. Cari menteri kesehatan yang berkompeten, bisa menilai suatu masalah secara holistik, mau bekerja sama dengan berbagai pihak secara tulus untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia, baik itu dengan para tenaga kesehatan, rakyat, perusahaan2, penyedia asuransi, pemimpin daerah, rumah sakit-rumah sakit, klinik-klinik, puskesmas, dll. Ayo jadilah orang yang proaktif membawa perubahan untuk Indonesia yang lebih baik!

storyette

ciye bu ribka yang kebelet jadi menkes... ciye... ciye bu ribka yang kebelet jadi menkes… ciye…

Beberapa hari belakangan ini saya membaca bahwa ada seorang legislator dari partai banteng hitam moncong putih yang menyatakan diri siap menjadi mentri kesehatan. Bahkan beliau mengatakan akan berjuang membuat PP untuk memidanakan rumah sakit dan dokter yang menolak pasien. Kembali ibu legislator ini berusaha membenturkan tenaga medis dan masyarakat yang dilayaninya. Dan reaksi yang muncul, seperti yang sudah saya duga, para dokter tersinggung sementara masyarakat luas menyambut positif pernyataan ini. Masyarakat merasa punya pahlawan baru yang berani menyalahkan tenaga medis.

Hal ini menguatkan pemikiran saya bahwasanya bila dihadapkan dengan suatu permasalahan, orang Indonesia kebanyakan biasanya tidak tertarik dengan solusi. Biasanya orang akan lebih sibuk mencari pihak yang bisa disalahkan daripada menenggelamkan diri dalam dialog dan bertukar pikiran untuk mencari solusi.

Ketika orang Indonesia punya masalah dengan kesehatan mereka, maka mereka pun akan mencari pihak yang bisa disalahkan. Siapa yang bisa disalahkan? Tentunya…

Lihat pos aslinya 640 kata lagi

Yippie~ First article got published in Jawa Pos ^0^

Puji Tuhan! Rasanya senang banget artikel pertama saya akhirnya dimuat juga di Jawa Pos, edisi Kamis, 10 Juli 2014 kemarin. Yeah, I’m feeling sooo lucky!
Berawal dari keisengan saya menuliskan artikel jalan-jalan, kakak sepupu saya, Ce Yuny terus mendorong saya untuk mencoba mengirimkan cerita saya ke Jawa Pos, tepatnya ke rubrik For Her : Journey.
Hehehe,, thanks buat motivasinya ce!

Buat yang penasaran, ini deh saya fotokan artikelnya.

LINEcamera_share_2014-07-12-11-24-48

Dari kisah perjalanan yang seharusnya 7 hari, karena keterbatasan tempat, yang dimuat hanya sebagian. Lumayan, keluarga saya ikutan senang karena bisa nampang di halaman koran nasional. Hahaha… Anyway, karena dimuatnya tulisan pertama saya ini, saya merasa makin termotivasi untuk terus menulis.

Pertamanya agak ribet karena harus mengumpulkan foto-foto perjalanan, bingung apa saja yang harus diceritakan di dalam artikel dan saya juga agak lupa-lupa detail perjalanan yang sesuai yang ada di travel itinerary tapi overall, saya menyadari bahwa dengan menuliskan kembali pengalaman jalan-jalan ke tempat yang saya kunjungi, membuat perjalanan saya terasa lebih berkesan, lebih ‘nancep’ di memori saya.. (Hahaha, “nancep”? Istilah apa pula itu? 😉 ) Dan syukur-syukur, kalau ternyata artikel yang saya tulis membantu untuk memberikan sedikit gambaran tentang travelling ke Taiwan bagi pembacanya.

Setelah tahu artikel saya dimuat, mendadak keluarga saya yang di luar kota pun ikut heboh mencari koran Jawa Pos edisi tersebut ke mana-mana, karena biasanya keluarga kami jarang membaca koran. Bahkan Granny ikutan bingung minta supaya artikel korannya sampai dipigura segala.. halah halah halah.. >_<”
Hahaha =D. Udah dulu deh nulisnya, mau lanjut latihan skill panum dulu buat OSCE. See  you all!

Useful Tips for Visiting Taiwan!!

Hehehe, saya mau berbagi sedikit tips untuk kawan-kawan yang ingin mengunjungi pulau Taiwan berdasarkan pengalaman saya selama perjalanan ke Taiwan seminggu kemarin…

 

  • Taiwan memiliki 4 musim dalam 1 tahun, musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin. Masing-masing musim memiliki keindahan dan ciri khasnya sendiri-sendiri. Pada musim semi kita bisa menikmati suasana bunga bermekaran, khususnya bunga sakura yang terdapat di Alishan. Pada musim panas umumnya kita bisa menikmati berbagai macam buah-buahan. Perhatikan musim, suhu dan perkiraan cuaca yang sedang berlangsung di Taiwan, supaya kita bisa memastikan jenis pakaian apa yang perlu dibawa dan nyaman dikenakan sesuai cuaca yang berlangsung. Pastikan juga bahwa kita sudah mengetahui perkiraan cuaca semalam sebelum kita memutuskan untuk memulai perjalanan ke tempat berikutnya di esok harinya.
  • Mayoritas penduduk Taiwan kurang bisa berbahasa Inggris, apalagi semakin ke arah selatan. Di Taipei, khususnya di tempat-tempat yang banyak didatangi turis, seperti CKS Memorial Hall, dan Taipei 101, beberapa penduduk bisa mengerti bahasa Inggris, meskipun agak terbata-bata. Jadi, sebelum berangkat, ada baiknya berlatih sedikit kalimat bahasa Mandarin atau pergi bersama dengan teman yang bisa berbahasa Mandarin, atau jika memungkinkan cari local guide yang bisa berbahasa Indonesia untuk menemani kita berjalan-jalan dan berbelanja. Banyak orang Indonesia yang bekerja di Taiwan, dan umumnya mereka sudah fasih berbahasa Mandarin. Kalau terpaksa pergi sendirian, gunakan kalkulator saat berbelanja dan selalu bawa peta.
  • Taiwan sering mengalami gempa dan angin taifun. Gempa bisa terjadi hingga 2000x dalam setahun, umumnya gempa kecil-kecil dibawah skala 4 SR. Jika suatu ketika saat kita berjalan-jalan terasa gempa, carilah tempat terbuka dan hindari bahaya.
  • Jika ingin mengunjungi Hot Springs atau permandian air panas di Taitung, persiapkanlah baju renang dan topi renang penutup kepala. Topi renang dimaksudkan pengelola untuk mencegah air kolam permandian tercemar rambut pengunjung yang rontok dan mengotori kolam.
  • Umumnya masih cukup sulit menemukan makanan halal di Taiwan. Jangan ragu-ragu untuk bertanya pada penjual, atau kalau bisa, sebelum berangkat ke Taiwan, cari info dulu sebanyak-banyaknya dari internet atau komunitas di dunia maya mengenai tempat-tempat yang menyediakan makanan halal di daerah tujuan. Bila terpaksa, restoran cepat saji seperti McDonalds atau KFC bisa menjadi alternatif yang cukup baik, karena mereka tidak menggunakan babi atau produk turunannya dalam pengolahan produk-produk mereka.
  • Orang Taiwan umumnya kurang menyukai makanan yang terlalu berbumbu atau pedas, jadi jangan heran jika kita orang Indonesia merasa bahwa makanan di Taiwan umumnya terasa hambar dan kurang pedas. Siapkan beberapa bungkus sambal sachetan dan sebotol kecil kecap asin dari Indonesia (masuk ke dalam koper bagasi, jangan hand carry ya), bahkan ada juga yang membawa garam merica sachetan (seperti yang dari KFC).
  • Rata-rata harga makanan termurah di Taiwan sekitar 100 NTD, buah-buahan potong segar sekitar 50-80 NTD, makanan di night market bervariasi antara 100 NTD-450 NTD atau lebih. Di mal harga makanan bisa sampai 500 NTD per porsi. Night market menjual berbagai jenis makanan khas Taiwan, jadi kalau buat yang pergi beramai-ramai, sebaiknya beli 1 porsi untuk setiap jenis makanan, lalu dibagi rame-rame, nggak perlu 1 orang 1 porsi. Lalu harganya juga bisa dibagi bersama-sama.
  • Listrik di Taiwan bervoltase 110V, dan memakai jenis colokan pipih atau colokan pipih bermata tiga, jadi sebelum berangkat, jangan lupa bawa travel universal adaptor dan kabel colokan multipel untuk mencharger gadget-gadget kita di Taiwan.
  • Selalu siapkan tissue basah dan kantong plastik di dalam tas. Di Taiwan umumnya memakai jenis toilet kering yang tidak ada hand showernya, sehingga mungkin beberapa dari kita merasanya kurang nyaman sehabis buang air. Kantong plastik digunakan untuk menyimpan sampah kita sementara hingga kita bisa menemukan tempat sampah karena di Taiwan umumnya jarang ditemukan tempat sampah di tempat-tempat umum dan di jalan-jalan, namun penduduknya sangat menjaga kebersihan, hampir tidak ada sampah berceceran di jalan. Mereka umumnya menyimpan dulu sampah di tas mereka hingga menemukan tempat sampah khusus, atau mereka biasanya menitipkan sampah ( khususnya bekas kemasan makanan) di convenience store seperti 7-Eleven, Hi Life atau Family Mart.
  • Bawa juga beberapa buah kantong plastik / tas berukuran sedang jika ingin berbelanja di convenience store atau di toko-toko lainnya. Umumnya toko-toko di Taiwan tidak menyediakan kantong plastik untuk membawa barang belanjaan untuk alasan go green, jika kita memerlukan kantong plastik/bag, biasanya kita harus membayar kantong plastik tersebut seharga 1-2 NTD atau mungkin malah lebih di toko-toko tertentu. Namun jika kita membeli barang-barang berukuran besar, kemungkinan kita ditawari kardus.

 

 

 

 

 

 

 

Food Review : Sate Kelopo Ondomohen, Surabaya

Hahaha.. Another hobby of mine adalah ngicip-ngicip makanan enak di seluruh dunia. Jalan-jalan, foto-foto dan makan. Ya ampun, indah rasanya kalau sudah urusan tiga hal itu.

Kali ini, saya mengajak netizens, pembaca blog saya ini ke sebuah tempat makan yang enak dan unik di sudut kota Surabaya. Tempat makan ini sudah dibuka sejak dulu, entah dari tahun berapa, tapi yang jelas dulu sewaktu saya masih kecil dan tinggal di Surabaya, saya sudah sering banget diajak berkunjung ke sini. Tapi dulu seingat saya warungnya lebih kecil dan kita tidak bisa makan di tempat karena tidak disediakan tempat duduk dan meja makan, sekarang penjualnya menempati sebuah ruko kecil lengkap dengan meja-kursinya untuk kira-kira 20 orang. Bahkan, depot kecil ini sudah pernah masuk ulasan di berbagai surat kabar nasional.

Tempat makan ini terletak di Jalan Walikota Mustajab no 36, Surabaya, salah satu jalan paling rindang di kota Surabaya kalau menurut saya, di antara bangunan-bangunan yang tampak kuno. Kenapa kok namanya ada Ondomohennya? Karena ternyata dulu jalan Walikota Mustajab ini memiliki nama Belanda  Ondomohen Straat.

Oke, sesuai dengan namanya, menu andalan di tempat makan ini adalah sate kelopo. Sate kelopo terbuat dari daging sapi atau ayam pilihan, yang dibumbui khusus dan ditaburi parutan kelapa yang gurih sebelum dibakar. Bumbunya yang meresap, ditambah dengan gurihnya kelapa yang menempel di daging sate, disajikan dengan saus kacang yang menggoda, meninggalkan citarasa yang khas banget dan “nendang” di lidah kita. Apalagi dimakan bersama dengan sepiring nasi putih hangat yang ditaburi serundeng kelapa spesial di atasnya. Mantap! Begitu kaya bumbu, terasa seperti manis-manis gurih. Tekstur dagingnya juga empuk.

Jpeg

Selain sate daging, bagi penggemar jeroan, mereka juga menyediakan sate sumsum, sate usus, dan sate otot (seperti semacam kikil). Favorit saya adalah sate otot dan sate daging sapi. Dan setelah makan yang “berat” seperti ini, paling enak ditutup dengan minuman panas seperti jeruk manis hangat, atau hanya sekedar teh panas.

Harga seporsi sate dengan nasi putih rata-rata Rp 25.000,-

Recipe : Tomato Chicken Pasta

Nah, ini akhirnya, resep terakhir dari The Cooking Fiesta saya kemarin bersama sahabat-sahabat saya.

Main coursenya kemarin adalah Tomato Chicken Pasta, yang terinspirasi dari menu yang bernama sama dari Illy’s Cafe di Market Buah Lai-lai, Malang, tempat favorit kami hangout bareng. Hangout bagi kami itu makan bareng dan belanja. Ya, termasuk lumayan sering deh sewaktu masih kuliah bareng-bareng di masa preklinik.

 Tomato Chicken Pasta adalah salah satu menu favorit kami di Illy’s Cafe, jadi sewaktu rundingan menentukan daftar menu untuk masak-masak bareng alias The Cooking Fiesta, kami langsung sepakat membuat Tomato Chicken Pasta ini. Agak kemaruk juga nih awalnya, karena kami yang berempat ini bikin pakai 500 gram pasta dan hasil jadinya adalah seloyang pasta ukuran 30x30x4 cm.. Akhirnya sebagian untuk makan siang kami berempat, sebagian dibungkus, dan dibawa pulang buat keluarga kami tercinta di rumah masing-masing, atau buat pacarnya masing-masing. Tung tung hitung… Jadinya lebih murah lho kalau kami bikin sendiri pasta ini di rumah, daripada harus ngafe (ya iyalah 😉 hehehehehe)

Oke, nggak pake lama, ini dia resepnya yang sudah dimodifikasi dari resep awal yang kami coba karena kemarin saus tomat yang kami gunakan terlalu sedikit sehingga pastanya terasa kurang juicy  seperti buatan Illy’s Cafe. But, overall, kami merasa pastanya udah enak dan kepengen bikin lagi kapan-kapan. Hahahaha >_0

Tomato Chicken Pasta

Untuk 8 orang (tuhkan.. nggak kira-kira, padahal yang makan cuma berempat)

 

Jpeg

Bahan:

  • 500 gram pasta penne rigate, rebus dengan sedikit garam hingga al dente, tiriskan dan sisihkan.
  • 300 gram dada ayam tanpa tulang, potong dadu
  • 1 botol saus tomat del monte ukuran besar
  • 3 butir tomat, dijus dengan 50 ml air hingga berbentuk seperti pasta kental
  • 50 gram daun oregano kering (bentuknya seperti bubuk kasar)
  • Garam, Merica sesuai selera
  • 3 sdm gula pasir
  • 100 gram keju mozzarela, iris-iris –> harusnya lebih nih, karena ternyata pastanya banyak, mungkin seharusnya 200 gram
  • 100 gram keju cheddar, parut –> lebih banyak juga boleh kok ;-))
  • 125 gram jamur kancing kalengan, iris tipis (kalau fresh lebih baik lagi)
  • 1 butir bawang bombay, potong dadu
  • 2 sdm virgin olive oil
  • 300 ml air

 

Garnish :

10 gram oregano kering

 

Cara Membuat:

  1. Siapkan oven, pasang di suhu 180 derajat Celcius, api atas bawah. Biarkan.
  2. Panaskan sebagian olive oil. Masukkan dada ayam dan jamur, tumis hingga matang. Angkat, sisihkan.
  3. Buat saus pasta : Panaskan sisa olive oil, tumis bawang bombay hingga harum. Masukkan jus tomat dan saus tomat, tambahkan oregano. Aduk rata.
  4. Tambahkan air, gula garam dan merica. Aduk rata, sampai mendidih. Angkat.
  5. Ambil loyang persegi ukuran 30x30x4 cm atau pinggan pyrex, susun pasta penne rigate dan tumisan ayam jamur di atasnya.
  6. Tuangi dengan saus pasta hingga rata.
  7. Taburi dengan keju cheddar, lalu taburi dengan keju mozzarella di atasnya.
  8. Taburi daun oregano kering, lalu panggang pasta di dalam oven selama 15 menit.
  9. Angkat, sajikan deh hangat-hangat.

 

Pheww.. first 2 months as a blogger.. A Lazy Blogger’s Note

Okay… Can’t say how excited I was 2 months ago, when I decided to create this blog. It hasn’t been so long journey yet, and I realize that sometimes I found myself been struggling with writer blocks and boring topics. As a newbie, I’m not expecting too much from blogstats and the number of visitors, overall, I’m not planning to make this blog commercially. But I can’t deny that sometimes I do dream that someday I can make something viral out of this blog. No one knows what will happen next, huh?

Reviewing the purposes of this blog. I want to make this blog as my personal development record, journal of my learning process on topics I like in purpose to keep everything I learn well documented. This blog will work as one of my self actualizing tools, yet as my givings to the community, the place to share my knowledges and experiences. In my opinion, writing is the best way to record all of our life journey, and helping our mind to work so much better, by processing new informations and synthezising things. Writing helps us to think different, critical, and creatively. That’s why I use this method for self actualization. I often imagine me-in-the-future, scrolling down and reading every single posts in this blog, laughing and remembering how I slowly been transformed into a much better me, a professional doctor, great blogger, and musician.

So far, in this tiny 2 months journey of blogging, I’ve published 5 posts, mostly from my real-life experiences and I’ve got a number of positive reviews from my close friends.  I realized, that number is really far from what a real blogger do in a month, ^^, so I classify myself happily as a Lazy Blogger, Yaayyy!! I also have kept two nature photographs taken by me, in ‘My Portfolios’ page, please let me know how do think about them. Currently, some friends of mine are persuading me to sign up for an Instagram account and a Path account, both are still in my thorough consideration.. :-p

Now, I’ll keep trying hard to build some kind of discipline inside of me, like doing a sort of writing routine, keeping journals, challenging myself to gain deeper and more advanced insights of the world we are currently living right now, in order to be a much better person and pursuing my childhood dream as a professional writer, starting from small steps. What I’m gonna do next, are to build better writing schedule and try to keep myself think open mindedly and creatively. I think I’m gonna make new articles about travelling, inspirations, more recipes, and weight loss – I’m currently having those ideas on my mind right now, dunno how fast I can finish them all. Hoping for a better traffic for this blog. LOL.

Thanks for visiting and reading my blog, thanks my family and friends,  my dear followers. I’m looking forward to hear your comments or feedbacks in the future.

Recipe : Chicken Mushroom Creme Soup

Nah, ini dia, akhirnya satu lagi resep masakan yang kemarin saya dan teman-teman seperjuangan saya buat sewaktu The Cooking Fiesta. Resepnya terpaksa dirilis satu persatu karena baru belakangan ini bisa sempat duduk manis dan mengetik blog ini lagi. Sorry to make you waiting, girls.. (poke Lisa, Nina, Sherly, Lusiana and @fabyolanv).. For dear netizens who visit my blog, I hope you enjoy this!!

Chicken Mushroom Creme Soup

 

Untuk 5-6 orang

Our super tasty Chicken Mushroom Creme Soup!! Yummy~

Our super tasty Chicken Mushroom Creme Soup and Garlic Bread!! Yummy~ Perfecto

Baca lebih lanjut

Recipe : The Garlic Bread

Makanan satu ini gampang banget buatnya, praktis dan bisa dimakan sebagai camilan, menu sarapan, ataupun sebagai pendamping makanan lainnya (misalnya sup dan pasta).

Kebiasaan di keluarga saya, kalau beli roti tawar atau roti baguette, terus masih ada roti yang tersisa, akhirnya dibuatlah si roti ini menjadi bermacam-macam menu lainnya, misalnya puding roti, bagelen, galantine, dan macam-macam lainnya, termasuk si Garlic Bread satu ini. Lumayan ^^

Ini dia resep garlic bread yang kemarin juga termasuk dalam The Cooking Fiesta, sebagai pelengkap Chicken Mushroom Creme Soup, tapi waktu kemarin The Cooking Fiesta, saya nggak pakai segala daun-daunan yang saya sebutkan di resep itu karena takut teman-teman saya nggak begitu suka dedaunan taburan itu. Bagi yang suka, silahkan tambahkan dedaunan itu sesuai selera Anda. Jumlah bawang putihnya juga nggak harus segitu, bagi yang suka lebih menyengat garlic-nya, silahkan ditambah sendiri sesuai selera. Hehehehe

 

The Garlic Bread

Bahan:

1 buah roti baguette prancis, iris miring-miring dengan ketebalan 2-3 cm.

8 siung bawang putih, kupas dan haluskan

6 sdm margarin

1/2 sdt garam

Sedikit daun peterseli cincang untuk taburan, jika suka

Sedikit daun seledri cincang untuk taburan

 

Cara Membuat :

  1. Panaskan oven dengan api 200 derajat Celcius, api atas bawah, selama 5 menit, biarkan.
  2. Di dalam sebuah mangkuk kecil, campurkan margarin, bawang putih halus dan garam. Aduk rata.
  3. Ambil sebuah loyang datar, olesi margarin tipis-tipis saja. Susun roti di atas loyang, olesi permukaan roti dengan campuran margarin. Taburi dengan dedaunan seledri peterseli.
  4. Panggang garlic bread di dalam oven hingga mengering dan berwarna keemasan, kira-kira 10-15 menit. Angkat. Sajikan hangat-hangat. Yippie~!

 

 

Selamat mencoba, dan silahkan leave comment buat berbagi tips/trik lainnya. ^^Thanks^^

Recipe : Nasi Rome Khas Sumenep, Madura

Makanan yang satu ini memang lebih jarang terdengar di telinga kita dibandingkan dengan kuliner asli Madura lainnya, seperti nasi serpang dan bebek goreng. Nasi Rome berasal dari Sumenep, sebuah kota di timur pulau Madura, Jawa Timur, namun di kota Sumenep sendiri, hanya ada sedikit penjual nasi rome. Saya juga nggak tahu apa sebabnya.. hehehe Nasi Rome merupakan salah satu favorit keluarga saya yang masih ada sedikit keturunan Madura. Nasi Rome mirip-mirip dengan nasi lemak atau nasi uduk, dengan taburan daging sapi suwir yang digoreng kering, telur dadar dan sambal petis ikan khas Madura. Resep ini diturunkan dari nenek buyut saya kepada menantunya, My Granny, dan sekarang mau saya bagikan di blog ini. Menurut My Granny, tingkat kesulitan masakan ini terletak di daging suwirnya.

Nasi Rome Khas Sumenep

Untuk : 4 porsi Resep :

Nasi Rome

Nasi Rome khas Sumenep

Baca lebih lanjut